Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 102
  • Item
    HUBUNGAN POLA ASUH DAN PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP SIKAP TENTANG PENDIDIKAN SEKS PADA REMAJA DI DESA SUNGAI TARAP KECAMATAN KAMPA KABUPATEN KAMPAR
    (2021-04-01) Marhamah, Zuli
    Pendidikan seks bagi anak-anak adalah perlu, namun harus berlandaskan pada nilai-nilai religius dan moral, serta membahas masalah itu secara komprehensif Orang tua mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan remaja karena orang tua merupakan lingkungan sosial pertama yang meletakkan dasar-dasar kepribadian remaja. Pola asuh orang tua sangat besar pengaruhnya bagi remaja. Tujuan pendidikan seks pada tahap ini ialah untuk membantu mereka mengerti bahwa mereka bertanggug jawab atas penggunaan alat kelaminnya, mereka harus diajari bagaimana menaggulangi rangsangan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dan pengetahuan orang tua terhadap sikap tentang pendidikan seks pada remaja di Desa Sungai Tarap Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian korelasi yaitu melihat hubungan antara pola asuh dan pengetahuan orang tua dengan sikap terhadap pendidikan seks pada remaja, menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli 2020 sampai dengan Februari 2021 di Desa Sungai Tarap Kecamatan Kampa. Jumlah sampel adalah 136 orang dengan teknik pengambilan sampel dengan cara Accidental Sampling. Analisa data terdiri atas analisa data univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pengetahuan responden terhadap sikap tentang pendidikan seks pada remaja di Desa Sungai Tarap dimana didapatkan p value < α (0,006), ada hubungan pola asuh responden terhadap sikap tentang pendidikan seks pada remaja di Desa Sungai Tarap dimana didapatkan p value < α (0,041). Diharapkan dapat bekerjasama dengan tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang pendidikan seks secara berkala kepada warga.
  • Item
    Efektifitas Minuman Jahe Terhadap Mual dan Muntah Pada Trimester Pertama Ibu Hamil di UPT Puskesmas Enok
    (2021-04-01) Nengsi, Zul Ernani
    Mual muntah merupakan keluhan yang begitu sering muncul dan dapat bervariasi dari mual ringan saat bangun tidur hingga muntah terus-menerus sepanjang hari. Trimester pertama masa penentuan yang membuat fakta bahwa wanita itu hamil. Jahe sebagai salah satu jenis tanaman herbal mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan tanaman herbal lainnya, khususnya bagi ibu hamil yang sedang mengalami mual muntah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas minuman Jahe Terhadap Pengurangan Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I wilayah UPT Puskesmas Enok Kabupaten Indragiri Hilir. Desain penelitian ini merupakan Quasi Eksperiment Design dengan responden sebanyak 14 orang di wilayah UPT Puskesmas Enok Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2020, dimana sampel diambil dengan cara Accidental sampling. Uji Paired T Test untuk nilai pretest dan posttest skala emesis gravidarum pada kelompok kontrol diperoleh p value sebesar (1,000) > α (0.050) artinya hipotesis ditolak. Uji Paired T Test untuk nilai pretest dan posttest pada kelompok eksperimen yang diberikan jahe diperoleh p valeu sebesar (0.000) < α (0.050) artinya hipotesis diterima. Uji Independent T Test diperoleh p value sebesar (0.013) < α (0.050), artinya hipotesis diterima, dapat disimpulkan bahwa terapi pemberian jahe pada kelompok eksperimen efektif terhadap pengurangan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
  • Item
    Hubungan Umur, Paritas dan Jarak Persalinan dengan kejadian Perdarahan Post Partum pada Ibu Bersalin di Rawat Inap Kebidanan RSUD Kota Dumai
    (2021-04-01) Susanti, Yuni
    Pembangunan bidang kesehatan menjadi perhatian penting dalam komitmen internasional, yang dituangkan dalam Millenium Development Goals (MDGs). Dalam MDGs terdapat tujuan yang terkait langsung dengan bidang kesehatan ibu dan anak yaitu target 4 (menurunkan angka kematian anak) dan target 5 (meningkatkan kesehatan ibu). Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan umur, paritas dan jarak persalinan dengan kejadian perdarahan post partum pada ibu bersalin. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain analitik. Sampel pada penelitian ini berjumlah 89 ibu post partum normal. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara bertahap meliputi analisis univariat dan analisis bivariat. Analisa bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian diperoleh mayoritas ibu post partum normal mengalami perdarahan sebesar 62,9 persen. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan antara umur dengan kejadian perdarahan post partum pada ibu bersalin dengan nilai p sebesar 0,004 dan POR = 0,192; terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan post partum pada ibu bersalin dengan nilai p sebesar 0,020 dan POR = 3,150; terdapat hubungan antara jarak persalinan dengan kejadian perdarahan post partum pada ibu bersalin dengan nilai p sebesar 0,001 dan POR = 4,856. Dari hasil penelitian diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang faktor faktor yang berhubungan dengan perdarahan post partum kepada ibu nifas.
  • Item
    Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Hamil Dalam Penggunaan Jaminan Persalinan Di UPT Puskesmas Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir
    (2021-04-01) Ningsih, Yulia Hastuti Daniati
    Program jaminan persalinan (Jampersal) merupakan kebijakan baru Pemerintah yang tidak terlepas dari timbulnya permasalahan-permasalahan dalam pelaksanaannya. Program jaminan persalinan (Jampersal) ini mulai ada pada tahun 2017 dan sudah di sosialisasikan ke Masyarakat dan Kelurahan yang ada di Kecamatan Tembilahan. Pada awal ada program ini hanya sedikit yang mengetahui adanya pembiayaan untuk pemeriksaan ibu hamil, yang lebih banyak digunakan itu untuk pembiayaan persalinan. Karna yang diharapkan pemerintah dengan adanya Jaminan Persalinan ini adalah menekan angka kelahiran dengan dukun bayi. Kehadiran jaminan persalinan juga diharapkan dapat mengurangi terjadinya tiga terlambat dan meningkatkan penanganan komplikasi ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir sehingga dapat menurunkan AKI dan AKB. Banyaknya ibu hamil tidak menggunakan tenaga kesehatan maupun memanfaatkan fasilitas kesehatan sebagai penolong persalinan dikarenakan oleh faktor ketidaktahuan ibu adanya program jampersal, kurangnya dukungan dari keluarga, pendidikan, letak geografis yang tidak mendukung karena sebagian dari desa dengan melewati perairan, dan faktor masalah finansial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam penggunaan jaminan persalinan di UPT Puskesmas Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir. Desain penelitian ini merupakan cross sectional dengan responden sebanyak 30 orang ibu hamil di UPT Puskesmas Tembilahan Kota, dimana sampel diambil dengan cara total sampling. Hasil analisis data, ada pengaruh pendidikan (p = 0,022), pekerjaan (p = 0,047), sumber informasi (p = 0,022), pengetahuan (p = 0,007), sikap (p = 0,002,), dan pendapatan (p = 0,047), dalam penggunaan jaminan persalinan pada ibu hamil. Diharapkan kepada responden untuk lebih aktif dalam menggali informasi mengenai apa saja yang ditanggung menggunakan jaminan persalinan.
  • Item
    Faktor – Faktor yang mempengaruhi pemeriksaan HbsAg pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Tasik Putripuyu Kabupaten Kepulauan Meranti
    (2021-04-01) Anggrainy, Yuli Puspita
    Pemeriksaaan HBsAg pada ibu hamil merupakan skrining adanya penularan Hepatits B secara vertikal. Pemeriksaan HBsAg digunakan untuk mengetahui apakah ibu hamil mengidap Hepatitis B atau tidak, yang berfungsi untuk mencegah penularan HBsAg dari ibu ke bayi. Tujuan dari penelitian ini untuk Untuk mengetahui Faktor – faktor yang mempengaruhi pemeriksaan HbsAg pada ibu hamil di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bandul Kecamatan Tasik Putripuyu Kabupaten Kepulauan Meranti. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian dilakukan diwilayah kerja UPT Puskesmas Bandul Kecamatan Tasik Putri Puyu. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 126 ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini adalah 95 ibu hamil dengan menggunakan Probability Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan pemeriksaan HBsAg dengan nilai P-Value 0,008, ada hubungan sikap dengan pemeriksaan HBsAg dengan nilai P-Value 0,012, ada hubungan pendidikan dengan pemeriksaan HBsAg dengan nilai P-Value 0,002, ada hubungan umur dengan pemeriksaan HBsAg dengan nilai P-Value 0,011, ada hubungan status pekerjaan dengan pemeriksaan HBsAg dengan nilai P-Value 0,003 dan ada hubungan dukungan keluarga dengan pemeriksaan HBsAg dengan nilai P-Value 0,037. Saran diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk dapat memberikan penyuluhan tentang pemeriksaan HBsAg dalam kehamilan dengan penyuluhan lebih intensif, khusunya mengenai deteksi dini hepatitis b dalam kehamilan